Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Masih berusia cukup muda tapi menjadi salah satu dari 9 calon Sekdaprov Lampung, Ini alasan Dr.H. Marindo Kurniawan, ST, MM layak memangku jabatan BE 8 tersebut. Selain kinerja yang sangat baik, Marindo juga punya prestasi mentereng, baik sebagai PJ Bupati Pringsewu maupun sebagai Kepala BPKAD Provinsi Lampung.
Marindo Kurniawan bukan sosok yang muncul tiba-tiba di jajaran birokrasi Lampung. Perjalanannya sebagai aparatur sipil negara diwarnai dengan dedikasi, loyalitas dan pengalaman panjang. Ia memulai karirnya dari posisi yang menuntut ketelitian, lalu perlahan naik ke jenjang strategis berkat kinerjanya yang luar biasa.
Kepemimpinannya di BPKAD Lampung menjadi titik puncak dari pengabdiannya selama bertahun-tahun. Sejak menjabat, Marindo langsung menerapkan berbagai kebijakan yang mengutamakan efisiensi anggaran, pengelolaan aset yang lebih transparan, serta sistem keuangan daerah yang modern dan berbasis digital.
Bersama BPKAD Provinsi Lampung, Marindo telah mencatat berbagai keberhasilan yang menjadikan provinsi ini semakin stabil dalam hal keuangan daerah. Salah satu terobosannya adalah optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) melalui pemanfaatan aset yang lebih efektif dan kebijakan fiskal yang lebih progresif. Pada awal tahun 2025 BPKAD meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-10 berturut-turut.
Ia juga dikenal sebagai figur yang merperhatikam kesejahteraan pegawai non ASN. Salah satu langkah besarnya adalah dengan memastikan tenaga honorer tetap menerima gaji hingga mereka mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) sebagai PPPK. Keputusan ini memberikan kepastian dan ketenangan bagi ribuan pegawai yang selama ini berjuang di tengah ketidakpastian status kepegawaian mereka.
Marindo juga berhasil membangun sinergi antar kepala BPKAD se-Lampung dengan membentuk forum yang bertujuan meningkatkan koordinasi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Keberhasilannya membawanya ke posisi strategis yang lebih tinggi, yakni sebagai Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu. Dengan pengalaman dan rekam jejak yang solid, ia terus memperluas kiprahnya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan inovatif.
Ketika dipercaya sebagai Pj Bupati Pringsewu, Marindo menciptakan beberapa program inovatif yaitu dengan menerbitan Surat Edaran (SE) terkait penanaman kembali bambu baik di kantor-kantor maupun rumah warga, untuk menghidupkan kembali icon kabupaten yang terkenal dengan bambu seribu atau seribu bambu tersebut. Ada juga Dekranasda Kafe (Dekrafe) yang menjual panganan khas, dan kerajinan tangan dari pelaku UMKM, mulai dari kain tapis, tas, baju, dan lainnya. Yang menjadi sorotan nasional tentu saja Kabupaten Pringsewu dijadikan sentra wisata anggur, kabupaten pertama di Lampung dan juga nasional yang menjadi sentra wisata anggur.
Dalam dunia politik, Marindo Kurniawan berhasil mengawal pelaksanaan Pilkada dengan damai dan sukses, dengan berkoordinasi dengan Forkopimda setempat, ia mewujudkan Pilkada yang aman, damai serta kondusif.
Adapun penghargaan yang diperoleh selama menjadi PJ Bupati diantaranya, Penghargaan Pembangunan Daerah Sai Bumi Ruwa Jurai Tahun 2024 Kategori Kabupaten dengan Pencapaian Kinerja Makro Pembangunan Terbaik yang diserahkan langsung oleh Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi pada April 2024. Kemudian peringkat terbaik kedua pada penilaian kinerja pelaksanaan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Provinsi Lampung 2024. Atas prestasi tersebut pemkab Pringsewu mendapat penghargaan Siger Stunting Kategori Utama dari Pemprov Lampung pada mei 2024.
Di Bulan Juni 2025 Pemkab Pringsewu menerima Penghargaan Anubhawa Sasana Desa/Kelurahan Provinsi Lampung Tahun 2024 yang diserahkan oleh Kepala Pusat Pembudayaan dan Bantuan Hukum pada Badan Pembinaan Hukum Nasional Sofyan, S.Sos., S.H., M.H. Sementara itu pada gelaran APKASI Otonomi Expo 2024 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta pada tanggal 13 Juli 2024, Kabupaten Pringsewu meraih Penghargaan Kategori Inovatif.
Kabupaten Pringsewu kembali menorehkan prestasi dalam ajang nasional Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara (GTTGN) XXV Tahun 2024 yang berlangsung di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pada acara yang digelar pada Senin (15/7/2024) tersebut, Kabupaten Pringsewu. berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Prof. Dr. Drs. Abdul Halim Iskandar, M.Pd.
Marindo juga dianggap mampu dalam mengendalikan inflasi daerah, hal ini dibuktikan dengan diraihnya Penghargaan Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan Kategori Pengendalian Inflasi Daerah Periode Pertama sebesar 5,9 Milyar rupiah. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyerahkan penghargaan ini kepada Pj Bupati Pringsewu Dr. Marindo Kurniawan, di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta Pada 5 Agustus 2024.
Ia juga meraih Penghargaan Universal Health Coverage 2024 Kategori Madya dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia. Pada acara Penyerahan Penghargaan Universal Health Coverage 2024 Kepada Pemerintah Daerah di Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Agustus 2024.
Atas kontribusi dan dedikasinya dalam mendukung keberlanjutan pembangunan daerah serta penguatan kolaborasi media, Marindo memperoleh penghargaan dari Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, acara yang berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (16/12/2024).
Diawal tahun 2025 ia juga memperoleh Penghargaan dalam ajang Pikiran Lampung Award 2025 yang diadakan oleh Media Harian Pikiran Lampung dengan kategori Tokoh Penggerak Ekonomi Kerakyatan khususnya dalam memajukan pertanian, penanaman anggur dan bambu. Sederet rekam jejak dan prestasi yang ditorehkan ini membuat nama Marindo Kurniawan dinilai sebagai salah satu figur yang kompeten untuk menjabat sebagai sekdaprov Lampung.(red)