lisensi

Kamis, 06 Februari 2025, Februari 06, 2025 WIB
Last Updated 2025-02-06T11:46:36Z
BPBD Provinsi LampungOperasi Modifikasi Cuaca

Rudi Sjawal Paparkan Modifikasi Cuaca Pertama Di Lampung Berhasil Meminimalisir Curah Hujan

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Membaiknya kondisi cuaca di Lampung dalam beberapa pekan terakhir ini, tidak terlepas dari kerja keras yang dilakukan oleh Tim BPBD Provinsi Lampung, salah satunya dengan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mencegah terulangnya bencana banjir. Meski begitu, setelah OMC berakhir, masyarakat tak boleh lengah karena puncak musim hujan diprediksi masih akan berlangsung hingga Februari 2025..

Pelaksanaan Operasi modifikasi cuaca di Propinsi Lampung dimulai pada kamis 23-27 Januari 2025 dan karena dinilai efektif diperpanjang sampai dengan 29 Januari 2025. "Awalnya Operasi modifikasi cuaca (OMC) dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Provinsi Lampung 23-27 Januari, menggunakan pesawat Cessna 208 Caravan milik BNPB untuk mengantisipasi dan mencegah dampak buruk bencana hidrometeorologi. Karena dinilai masih dibutuhkan kemudian diperpanjang sampai dengan 29 Januari", kata Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudi Sjawal Sugiharto saat diwawancarai di Kantor Media Harian Pikiran Lampung, rabu (05/02/2025).


Dia menjelaskan dalam operasi modifikasi cuaca tersebut timnya menbarkan garam terdiri dari natrium klorida (NaCl) dan Kapur Tohor (CaO) yang akan berperan sebagai partikel higroskopis ke awan sebanyak satu ton.

"Garam yang ditaburkan sebanyak 1 ton dan operasi modifikasi cuaca tersebut berhasil mengurangi intensitas hujan yang tinggi untuk mengurangi risiko banjir yang sempat terjadi di beberapa daerah di Provinsi Lampung. Kegiatan OMC ini sepenuhnya dibiayai oleh BNPB, sehingga keputusan pelaksanaan operasi berada dibawah naungan BNPB. Sedangkan pemerintah daerah maupun stakeholder terkait hanya mendukung pelaksanaannya.Dari hasil operasi berhasil menjatuhkan awan-awan hujan yang ada di Samudra Hindia Barat Lampung, Teluk Semaka, dan juga Selat Sunda sehingga potensi hujan menjadi berkurang," ucapnya.


Pelaksanaan OMC tidak serta merta meniadakan hujan, namun tetap akan ada hujan turun semula dari hujan lebat dapat dimodifikasi menjadi hujan ringan. Alhasil, potensi dampak hujan bisa dikurangi atau diminimalisir.



Seiring masih berlangsungnya musim hujan, Rudi menyebutkan, BMKG mengimbau masyarakat untuk tenang namun tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah masing-masing.Masyarakat juga diminta mengenali potensi bencana di lingkungan dan mulai memahami cara mengurangi risiko bencana tersebut. Misalnya, tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan, memangkas pohon terlalu lebat, dan menata lingkungan sekitar.


Sementara khusus untuk daerah bertopografi curam, bergunung, tebing atau rawan longsor, dan banjir, agar tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem. Misalnya seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang.



"Waspada dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," tambahnya.


Pemerintah Provinsi Lampung dalam hal ini BPBD Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus siaga dalam menangani bencana alam yang terjadi, termasuk memastikan seluruh infrastruktur dalam kondisi yang aman. Melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan setiap potensi bencana dapat ditangani dengan cepat dan efektif demi menjaga keamanan serta kenyamanan warga.(madi)